|
Bioteknologi? Indonesia Masih Tertinggal |
|
Written by SYAMSUL
|
|
Wednesday, 15 April 2009 |
|
Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding negara lain dalam hal pengembangan bioteknologi. "Masalah kerusakan lingkungan di Indonesia sudah dalam tahap memprihatinkan seharusnya menjadi tantangan Indonesia untuk mengembangkan bioteknologi," kata Direktur Pusat Riset Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Bambang Prasetyo pada Workshop dan Diskusi Bioteknologi di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. |
|
Read more...
|
|
|
"Scuba rice" makes a splash in India and Bangladesh |
|
Written by SYAMSUL
|
|
Wednesday, 15 April 2009 |
|
Los Baños, Philippines – “Scuba rice” that can survive more than two weeks under water can now be planted by farmers to improve rice yields on flood-prone land in the Indian state of Uttar Pradesh where the variety Swarna-Sub1 has been officially approved, and the word is other states will follow suit soon. |
|
Last Updated ( Wednesday, 15 April 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
World goes for GM crops to tackle food crisis |
|
Written by SYAMSUL
|
|
Tuesday, 06 January 2009 |
|
GM is the word the world is embracing tightly now. It is not General Motors but Genetically Modified. Countries across the world are now rushing to embrace genetically modified crops to tackle their food crisis. China is the best example for this now. In a mountainous place like Yunnan in China, and in many other parts of the developing world, research in GM crops is progressing. It can tip the balance between hunger and a decent living. China now is ready to tip that scale in favor of genetically modified crops. |
|
Read more...
|
|
|
Pengembangan Bioteknologi Perlu Dana Riset |
|
Written by SYAMSUL
|
|
Wednesday, 15 April 2009 |
|
Pemerintah harus menyadari riset bioteknologi tidak akan jalan tanpa dukungan dana. Untuk meningkatkan hasil pertanian dan mencapai ketersediannya pangan yang cukup, pemerintah perlu memberikan bantuan dana untuk melakukan riset mengenai bioteknologi. "Riset bioteknologi ini bukan hal yang murah, pemerintah juga harus memberikan dana. kalau dana yang ada terbatas, maka penelitian yang dilakukan juga jalan di tempat," ujar Dr. Bambang Purwantara, Direktur Indonesia Biotechnology Information Center, di Jakarta. |
|
Last Updated ( Wednesday, 15 April 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by SYAMSUL
|
|
Wednesday, 11 February 2009 |
|
”Penemuan” fakta di Galapagos telah memunculkan teori baru tentang asal-usul manusia. Manusia tetap gelisah dan dia pun mulai mengeksplorasi diri. Setelah muncul melalui proses evolusi lalu, ke mana manusia pergi?Sesudah pergi, lenyapkah ia? Apakah dia bisa diabadikan, menjadi selalu ”ada”? Jika seorang manusia bisa dibuat kopiannya, banyak hal dan banyak kepentingan serta banyak manusia akan terpuaskan dan mendapat jawabnya.Ingat film The Boys from Brazil arahan sutradara Franklin J Schaffner produksi tahun 1978? Dalam film itu dikisahkan upaya kelompok SS-sayap militer Nazi- untuk ”membuat” Hitler-Hitler baru, ada 10 anak, dengan teknik kloning yang dipadukan dengan proses pendewasaan dengan mempertimbangkan lingkungan sosio-kultur si anak. |
|
Read more...
|
|
|
On the Origin of Modern Biotechnology |
|
Written by SYAMSUL
|
|
Monday, 22 December 2008 |
|
The American Association for the Advancement of Science (AAAS) is hosting their 2009 Annual Meeting in Chicago this year, with plans to commemorate the 200th anniversary of Charles Darwin's birth and 150th anniversary of his publication On the Origin of Species by Means of Natural Selection. 150 years later, the origin of life as we know it is still hotly debated in the USA, among many other countries in the world, but research in biotechnology, gene cloning, and many other fields of biology have helped clarify at least some of the mysteries surrounding our existence. |
|
Read more...
|
|
|
Written by SYAMSUL
|
|
Tuesday, 10 February 2009 |
|
Mikroba adalah jasad renik yang sangat beragam jenisnya dan memiliki fungsi sebagai pengurai. Kini salah satu jenisnya telah diubah menjadi ”tenaga kerja” untuk memproduksi bioplastik oleh Khaswar Syamsu. Ia seorang perekayasa dari Institut Pertanian Bogor yang berhasil merekayasa pembuatan plastik terbuat dari bahan pati sagu dan lemak sawit sehingga menjadi plastik ramah lingkungan atau bioplastik. ”Mikroba itu tenaga kerja yang tidak pernah menunggu perintah dan tidak pernah demo,” ujar Khaswar. |
|
Last Updated ( Tuesday, 10 February 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 9 - 16 of 46 |