Latest News
| Bioteknologi Modern Menjadi Tumpuan |
|
|
|
| Written by SYAMSUL | |
| Friday, 17 October 2008 | |
|
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Hal itu dikemukakan dalam lokakarya ”Dapatkah Biotek Berperan dalam Ketahanan Pangan”, katanya di Jakarta. Bustanul menjelaskan, laju rata-rata peningkatan produksi padi 1996-2007 hanya 1,01 persen dan laju produktivitas 0,58 persen. Padahal, laju pertumbuhan jumlah penduduk rata-rata 1,3 persen per tahun. Meski pengembangan tanaman pangan berbasis bioteknologi modern atau transgenik menjadi tumpuan untuk meningkatkan produksi pangan, komitmen pemerintah di bidang ini masih rendah. Menurut Kepala Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB-Biogen) Departemen Pertanian Sutrisno, hal itu tercermin dari rendahnya anggaran untuk riset. Anggaran riset penelitian produk bioteknologi modern di BB-Biogen di bawah Rp 1 miliar per tahun. Anggaran itu jauh dari memadai. Tahun 2009, alokasi anggaran Departemen Pertanian mencapai Rp 8,3 triliun, sebagian besar untuk program peningkatan usaha agrobisnis pedesaan, yaitu Rp 1,1 triliun. Alokasi anggaran lainnya untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman dan kesehatan hewan Rp 443 miliar, peningkatan sistem penyuluhan, sumber daya manusia, dan kelompok tani Rp 549 miliar. Berhasil Sejak memulai penelitian tahun 1996, kata Sutrisno, BB-Biogen telah menghasilkan benih transgenik, antara lain tanaman padi tahan penyakit blas dan hawar daun bakteri (HDB), padi pengguna nitrit efisien, pepaya dengan penundaan pemasakan, tomat tanpa biji, dan kedelai tahan hama penggerek batang. Khusus untuk kentang tahan penyakit hawar daun dan tomat tahan penyakit virus gemini adalah hasil kerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Serealia dan dan Institut Pertanian Bogor. ”Hasilnya sudah ada, tetapi belum sesuai harapan,” kata Sutrisno. Daya tahan terhadap serangan penyakit blas dan hawar daun baru 5 persen, padahal yang diharapkan 80 persen. Menurut Iriani, dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), penanaman tanaman bioteknologi di Indonesia, seperti tanaman kapas, tanpa melalui prosedur analisa mengenai dampak lingkungan dapat berakibat pada timbulnya masalah lingkungan. (MAS) LINK: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/15/0131427/bioteknologi.modern.menjadi.tumpuan |
|
| Last Updated ( Friday, 17 October 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|





Dibutuhkan lompatan peningkatan produksi padi untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional di masa datang. Pada periode 1996- 2007, laju peningkatan produksi dan produktivitas padi di Indonesia tahun 1996-2007 lebih rendah dibandingkan dengan pertambahan jumlah penduduk. 


