...apasihbiotek.com

Newsflash


HUTAN di belahan dunia terancam habis. Penebangan liar membabat hutan semena-mena. Hutan gundul. Lingkungan rusak. Pemanasan global pun mengancam. Para ahli pun memikirkan bagaimana mengeksploitasi hutan dengan meminimalisasi kerusakan lingkungan. Rekayasa teknologi pun dibuat. Jadilah Super Tree, pohon hasil rekayasa genetik. Pohon ini tumbuh besar hanya dalam waktu enam bulan. Kayu untuk kebutuhan industri pun terpenuhi.
Read more...
 
Advertisement
Advertisement

Event News

"Do a little more each day than you think you possibly can." --Lowell Thomas
Vitamin A Tinggi dari Beras Emas PDF Print E-mail
Written by SYAMSUL   
Thursday, 24 April 2008

Para peneliti Inggris telah mengembangkan jenis baru beras emas hasil rekayasa genetis, yang bisa menghasilkan lebih banyak beta karotin. Dalam tubuh manusia, beta karotin akan diubah menjadi vitamin A, dan jenis ini bisa menghasilkan 20 kali lebih banyak zat tersebut dibanding varietas sebelumnya.

Para peneliti mengatakan jenis beras ini bisa membantu mengatasi kekurangan vitamin A dan kebutaan pada anak-anak di negara-negara berkembang. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada lebih dari 500.000 anak menjadi buta tiap tahun karena kekurangan vitamin A.

Sesungguhnya jenis asli beras emas sudah dimunculkan di laboratorium Swiss lima tahun lalu. Namun jenis asli ini tidak menghasilkan cukup beta karotin yang dibutuhkan anak-anak setiap hari dalam makanannya. Selain itu tentangan terhadap pertanian rekayasa genetis, membuat jenis ini tidak dibudidayakan di Asia.

Nah varietas baru yang lahir di laboratorium bioteknologi perusahaan Syngenta, Inggris, bisa menghasilkan lebih banyak beta karotin. Syngenta akan memberikan beras dan tanaman padinya secara gratis untuk keperluan riset di seluruh Asia, serta mulai uji coba penanaman dalam lima tahun ke depan.

Namun begitu tidak semua orang yakin beras emas ini akan menjadi jawaban bagi masalah kekurangan vitamin A. Beberapa ahli pertanian dan kelompok-kelompok lingkungan lebih menyarankan pola makan seimbang sebagai solusi yang lebih baik.

Selain itu, sebagian kalangan masih meragukan seberapa aman produk pertanian hasil rekayasa genetika bisa dikonsumsi manusia. Seperti diketahui, produk pertanian rekayasa genetika dihasilkan dengan mengubah susunan genetis tanaman.

Dalam rekayasa genetis, para ilmuwan mengambil dan menambahkan gen dari organisme lain ke dalam DNA tanaman untuk memberinya sifat baru. Ini bisa membuat tanaman lebih menghasilkan dan lebih tahan terhadap lingkungan keras dan penyakit.

Namun sekali lagi, bagaimana dampaknya terhadap manusia yang memakannya, banyak orang masih meragukan. Oleh karenanya beras emas kaya beta karotin ini barangkali perlu waktu beberapa tahun lagi untuk bisa sampai ke meja makan Anda, hingga penelitian memastikan tidak ada dampak buruk yang ditimbulkannya.

 
< Prev   Next >
Bookmark and Share
Syamsul Komar's Facebook profile

Website design service by Sakha. Outsourcing by FreelanceWebmarket.